The end???

setelah sekian lama dipertahankan dan mempertahankan… harus rela menerima bahwa semua ini harus berakhir.
Dalam kehidupan khususnya berumah tangga tidak akan ada yg menginginkan perceraian, semua pengen lancar, bahagia, samawa..
Akan tetapi keinginan, harapan, cita2 tersebut harus dikubur dalam dalam dan memulai kehidupan masing2, sekarang yg dipikirkan hanya anak2 lah hasil dari kisah cinta yg dulu pernah kita jalani. Semoga anak2 tidak akan terpengaruhi oleh keputusan ini, mereka harus tetap dalam perhatian mendapatkan kasih sayang dari orangtua, tidak ada istilah mantan anak kalau mantan istri/suami ada, janganlah anak2 menjadi korban dari ke egoisan kita, mereka harus tumbuh dg baik…
Selama ini sy pertahankan pernikahan atau rumah tangga demi anak2 tapi jika sudah tidak mau menerima, sudah tidak kuat hidup dg saya dan selalu minta perpisahan walaupun dari masalah kecil, apa boleh buat sy ikutin apa yg kamu mau.
Sy akui faktor materi menjadi masalah terbesar, sy akui juga pemberian dr sy sangatlah kecil dibanding dg penghasilan kamu sehingga kamu merasa semua kebutuhan kamu yg tanggung sendiri.
kamu selalu bilang bukan hanya materi yg membuat ga tahan, kamu bilang komunikasi yg ga ada, ga dapat perhatian dan banyak lg, dibalik semua itu pernahkan bertanya pd diri sendiri kenapa itu bisa terjadi??
sy memang jauh dari sempurna untuk seorang suami tapi sekecil apapun setidak sempurnanya sy sebagai seorang suami selayaknya tetap harus dihargai apa yg telah dikorbankan, diusahakan, diberikan.. jangan selalu membandingkan dg yg lain apalagi secara materi mereka yg kamu bandingkan jauh dari sy, mereka lebih tinggi harta dan tahtanya.
selama terus membandingkan, menginginkan sy seperti mereka maka keikhlasan tidak akan ada yg ada menjadi beban dan penyesalan.
kamu selalu merasa paling cape, bangun pagi beres2 pulang kerja rumah brantakan karena anak2, jika membandingkan “cape” sy lebih cape bangun pagi pulang malam dan kamu ga peduli dari pagi sampe malam itu apa aja yg telah sy lalui, kamu selalu menginginkan seorang suami itu harus jadi sandaran, mempunyai “bahu” yang kuat, bisa diandalkan… sy udah berusaha untuk seperti itu tapi mungkin hasilnya mengecewakan kamu.
hmmm…. masing2 baik kamu atau sy selalu merasa benar, punya alasan sendiri2 yang tidak pernah ketemu jalan tengah nya, cara pandang kita tentang rumah tangga semakin kesini selalu bertentangan, kamu berprinsip “kalo tidak memaksakan tidak akan punya” sedangkan sy “memaksakan sesuatu boleh aja tp harus mengukur pada kemampuan kita” jangan sampai kita memaksakan tapi yg lain kekurangan malah tekor.
kamu selalu menyalahkan sy dalam hal perhatian merasa ditelantarkan, merasa segala sesuatu dilakukan sendiri, perhatian kayak gimana sih mau nya? perhatian bentuk kata kata, perbuatan, itu menurut kamu bukan perhatian… perhatian versi kamu tuh, liburan, jalan2 ke luar kota, makan2, beliin ini itu tapiii jika sy cuci piring, benerin yg rusak di rmh, ngucapin selamat, menanyakan knp blm pulang, bilang hati2 di jalan, mandiin anak2 sampe pake seragam sekolah, nyuapin sarapan anak2, nganterin k sekolah, ngasih uang jajan anak2 mskpn ga besar dll, itu semua katamu bukan perhatian tp sudah selayaknya membantu… bagi2 tugas rmh tangga sesuai keinginan kamu sudah sy lakukan.. tapi pernahkah kamu nanya k diri sendiri tentang apa keinginan sy yg padahal sangat sepele kamu tidak lakukan?? untuk nyiapin air minum sepulang sy kerja aja kamu keberatan, sy melarang kamu jangan berhubungan dg orang itu ga digubris malah kamu malah menjadi jadi, sy pernah bilang semua kontak atau apapun ttg orang itu hapus! itu semua karena sy ga mau suudzon atau jadi fitnah… hanya satu orang itu aja.
Ga bnyk kan larangan dr sy?? sy ga seperti suami lain nglarang2 istrinya maen kesana kemari, nglarang2 ini itu, sy bebasin asal jaga kepercayaan dr sy…
suami mana sih yg ga mau membahagiakan keluarganya? Pasti semua suami pengen anak istrinya bahagia…
kamu mengerti keaadaan sy, penghasilan sy tapii kamu ga mau mengerti dan ga mau tau.

udah ahhh…. ikhlasin aja hehe
Apapun yg akan terjadi hadapilah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: